Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola. Tampilkan semua postingan
13 Sep 2011

7 Stadion termahal di Dunia

1. Wembley Stadium / London, England / $1.5 billion
2
2. Olympic Stadium / Montreal, Canada / $1.4 billion
3
3. Madison Square Garden / New York, USA / $1.1 billion
4
4. Stade de France / Paris, France / $974 million
5
5. Rogers Centre / Toronto, Canada / $930 million
6
6. The Emirates Stadium / London, England / $770 million
7
7. Soldier Field / Chicago, USA / $714 million

8

16 Agu 2011

7 Fakta Menarik Tentang Perseteruan Real Madrid Vs Barcelona FC

El Clasico (bahasa Inggris: The Classic), juga dikenal sebagai El Derbi Español atau El Classic adalah nama generik yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Hal ini ditentang setidaknya (dan biasanya) bi-setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de España, dengan lain mungkin dalam UEFA Super Cup. Selain Final Liga Champions, itu adalah klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.



Persaingan itu muncul sebagai Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Real Madrid telah mengumpulkan 73 piala dan Barcelona 68, sementara Athletic Bilbao datang ketiga dengan 32 piala. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid dan Barcelona mewakili nasionalisme dan nasionalisme Catalan Spanyol masing-masing.



1. Lebih dari sekedar batas geografi



Liverpool vs Everton, Arsenal vs Spurs, dan AC Milan vs Intermilan adalah pertandingan-pertandingan derby panas dan sarat emosi. Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Walaupun tradisi dan emosi dari rivalitas mereka begitu luar biasa, namun secara fundamental, persaingan tersebut hanyalah sebatas daerah geografis. Persaingan kedua tim hanyalah karena mereka mempunyai markas yang berdekatan satu sama lain. Jadi demi menjaga gengsi dan mengukuhkan siapa yang paling hebat dalam wilayah yang sama, timbullah rivalitas. Namun, persaingan antara Barcelona dan Real Madrid melebihi batas-batas wilayah. Rivalitas mereka abadi, karena yang ikut bersitegang adalah ibu kota dengan daerah yang hendak merdeka.



2. Catalunya vs Castille

Barcelona dan Madrid merupakan dua kota terbesar di Spanyol. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membentuk suatu rivalitas. Namun, mereka juga adalah tuan rumah dari dua daerah yang sangat berbeda baik secara kultur dan emosi. Dua kota tersebut juga menghasilkan dua ‘mahzab’ intelektual yang berbeda, dan tentu saja, berseberangan satu sama lain. Barcelona adalah Catalan, Madrid adalah Castillian. Orang-orang Catalan adalah masyarakat yang bebas, sedangkan Castille lebih seperti Keraton-nya Spanyol dan pusat pemerintahan. Perseteruan memuncak ketika Jenderal Franco, orang Madrid, yang beraliran fasisme, ingin ‘membasmi’ daerah Catalan. Jadi, ketika El Clásico digelar dan dimenangi Barcelona, ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Catalunya dalam membebaskan diri dari tirani pusat. Jika yang menang adalah Real Madrid, berarti ini adalah kemenangan pemerintah dalam upaya menegaskan kekuasaannya.



3. “Everyone picks a side”

Pernyataan di atas adalah perseteruan ideologi, sosial, dan politik antara kebudayaan daerah yang ingin merdeka dengan pemerintah pusat yang kuat, dan tidak hanya melibatkan FC Barcelona dan Real Madrid, atau Catalunya dan Castille, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol. Ketika duel El Clásico berlangsung, dapat dipastikan, seluruh orang di Spanyol akan terbagi dua. El Clásico mempunyai fungsi yang ‘unik’ yaitu sebagai ‘pembatas transparan’ antara dua daerah dalam satu negara. Suporter dari klub lain, siapa pun mereka, akan memilih salah satu di antara Barcelona dan Real Madrid, berdasarkan kepentingan dan ideologi masing-masing, everyone (should) picks a side.



4. Merupakan anggota dari Liga Terbaik di dunia

Apapun konteks-konteks budaya yang terdapat pada duel El Clásico, tidak akan ada orang luar yang peduli pada pertandingan tersebut ia jika terdapat pada, misalnya, Liga Domestik Siprus. Tapi ini tidak. Duel tersebut berasal dari La Liga Primera, yang merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan penilaian FIFA (dalam diskusi debate panjang lainnya, liga-liga lain mungkin saja muncul sebagai liga yang lebih baik, namun setidaknya La Liga adalah salah satu liga sepakbola terbaik di dunia), jadi seluruh perhatian insan sepakbola pasti tertuju ke sana.



5. Menampilkan dua klub terbaik dari La Liga



Tidak hanya gengsi, namun dominasi kedua tim di La Liga merupakan jaminan panasnya pertandingan ini. Karena kedua tim biasanya berada di pucuk klasemen, maka hasil dari El Clásico menjadi sangat menentukan siapa yang akan merajai liga pada akhir musim. AC Milan vs Intermilan mengkin adalah derby perseteruan dua klub papan atas Serie A, tetapi di sana juga terdapat Juventus dan AS Roma untuk disaingi. Sehingga, kadang-kadang, tifosi merasa pertandingan AC Milan vs Juventus atau Intermilan vs AS Roma menjadi sama krusialnya. Dan hal ini menjadikan signifikasi partai derby kota Milan agak berkurang. Lain halnya dengan Barcelona vs Real Madrid yang begitu menentukan. La Liga memang bukanlah pacuan dua ‘kuda’ saja, tetapi selalu ada dua kuda berwarna ‘merah biru’ dan ‘putih-putih’ yang ikut serta. Dua kuda ini juga belum pernah terdegradasi ke divisi bawah (dan sepertinya tidak akan pernah, baik itu karena kualitas maupun lobi politik mereka yang kuat di Spanyol).



6. Dan pemain-pemain terbaik di dunia

Karena Barcelona dan Real Madrid merupakan dua di antara klub-klub terkaya di dunia, mereka selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik pula. Misalnya, ketika Lionel Messi cedera, di bangku cadangan sudah ada Henry, Deco, atau Ronaldinho. Kita juga masih ingat Madrid pernah dihuni pemain sekelas Zidane, Ronaldo, Raúl, Figo, Beckham, dan Roberto Carlos yang bermain bersamaan. Ketika El Clásico berlangsung, kita seperti melihat uang ratusan jutaan dollar sedang ‘berlari-lari’ di atas lapangan.



7. Juga beberapa talenta lokal

Di samping belanja pemain-pemain kelas dunia tersebut, kedua tim juga dipenuhi oleh talenta-talenta lokal binaan kubu masing-masing. El Barça punya Valdés, Puyol, Xavi, Iniesta, dan Bojan yang merupakan produk-produk dari akademi sepakbolanya, sedangkan Messi dan Giovanni adalah anak-anak muda yang bersekolah di Barcelona sejak kecil. Sedangkan Los Blancos punya Casillas, maskot tim Raúl, dan Guti yang merupakan didikan akademi Madrid. Dan hebatnya, pemain-pemain ini adalah anggota timnas Spanyol. ‘Rasa’ lokal ini menjamin bahwa tak seorang pun di lapangan yang akan melupakan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi El Clásico. Arsenal mungkin diisi pemain-pemain muda bertalenta, namun nyaris tidak ada pemain asli Inggris di sana. Manchester United sekarang hanya tinggal menyisakan pemain tua seperti Giggs dan Scholes sebagai binaan asli mereka. Itulah bedanya dengan El Clásico.



Dari berbagai sumber

10 Fakta Menarik Tentang (El Clásico) Real Madrid Vs Barcelona FC

El Clasico (bahasa Inggris: The Classic), juga dikenal sebagai El Derbi Español atau El Classic adalah nama generik yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Hal ini ditentang setidaknya (dan biasanya) bi-setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de España, dengan lain mungkin dalam UEFA Super Cup. Selain Final Liga Champions, itu adalah klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.

Persaingan itu muncul sebagai Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Real Madrid telah mengumpulkan 73 piala dan Barcelona 68, sementara Athletic Bilbao datang ketiga dengan 32 piala. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid dan Barcelona mewakili nasionalisme dan nasionalisme Catalan Spanyol masing-masing.

1. Lebih dari sekedar batas geografi

Liverpool vs Everton, Arsenal vs Spurs, dan AC Milan vs Intermilan adalah pertandingan-pertandingan derby panas dan sarat emosi. Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Walaupun tradisi dan emosi dari rivalitas mereka begitu luar biasa, namun secara fundamental, persaingan tersebut hanyalah sebatas daerah geografis. Persaingan kedua tim hanyalah karena mereka mempunyai markas yang berdekatan satu sama lain. Jadi demi menjaga gengsi dan mengukuhkan siapa yang paling hebat dalam wilayah yang sama, timbullah rivalitas. Namun, persaingan antara Barcelona dan Real Madrid melebihi batas-batas wilayah. Rivalitas mereka abadi, karena yang ikut bersitegang adalah ibu kota dengan daerah yang hendak merdeka.

2. Catalunya vs Castille

Barcelona dan Madrid merupakan dua kota terbesar di Spanyol. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membentuk suatu rivalitas. Namun, mereka juga adalah tuan rumah dari dua daerah yang sangat berbeda baik secara kultur dan emosi. Dua kota tersebut juga menghasilkan dua ‘mahzab’ intelektual yang berbeda, dan tentu saja, berseberangan satu sama lain. Barcelona adalah Catalan, Madrid adalah Castillian. Orang-orang Catalan adalah masyarakat yang bebas, sedangkan Castille lebih seperti Keraton-nya Spanyol dan pusat pemerintahan. Perseteruan memuncak ketika Jenderal Franco, orang Madrid, yang beraliran fasisme, ingin ‘membasmi’ daerah Catalan. Jadi, ketika El Clásico digelar dan dimenangi Barcelona, ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Catalunya dalam membebaskan diri dari tirani pusat. Jika yang menang adalah Real Madrid, berarti ini adalah kemenangan pemerintah dalam upaya menegaskan kekuasaannya.

3. “Everyone picks a side”

Pernyataan di atas adalah perseteruan ideologi, sosial, dan politik antara kebudayaan daerah yang ingin merdeka dengan pemerintah pusat yang kuat, dan tidak hanya melibatkan FC Barcelona dan Real Madrid, atau Catalunya dan Castille, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol. Ketika duel El Clásico berlangsung, dapat dipastikan, seluruh orang di Spanyol akan terbagi dua. El Clásico mempunyai fungsi yang ‘unik’ yaitu sebagai ‘pembatas transparan’ antara dua daerah dalam satu negara. Suporter dari klub lain, siapa pun mereka, akan memilih salah satu di antara Barcelona dan Real Madrid, berdasarkan kepentingan dan ideologi masing-masing, everyone (should) picks a side.

4. Merupakan anggota dari Liga Terbaik di dunia

Apapun konteks-konteks budaya yang terdapat pada duel El Clásico, tidak akan ada orang luar yang peduli pada pertandingan tersebut ia jika terdapat pada, misalnya, Liga Domestik Siprus. Tapi ini tidak. Duel tersebut berasal dari La Liga Primera, yang merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan penilaian FIFA (dalam diskusi debate panjang lainnya, liga-liga lain mungkin saja muncul sebagai liga yang lebih baik, namun setidaknya La Liga adalah salah satu liga sepakbola terbaik di dunia), jadi seluruh perhatian insan sepakbola pasti tertuju ke sana.

5. Menampilkan dua klub terbaik dari La Liga

Tidak hanya gengsi, namun dominasi kedua tim di La Liga merupakan jaminan panasnya pertandingan ini. Karena kedua tim biasanya berada di pucuk klasemen, maka hasil dari El Clásico menjadi sangat menentukan siapa yang akan merajai liga pada akhir musim. AC Milan vs Intermilan mengkin adalah derby perseteruan dua klub papan atas Serie A, tetapi di sana juga terdapat Juventus dan AS Roma untuk disaingi. Sehingga, kadang-kadang, tifosi merasa pertandingan AC Milan vs Juventus atau Intermilan vs AS Roma menjadi sama krusialnya. Dan hal ini menjadikan signifikasi partai derby kota Milan agak berkurang. Lain halnya dengan Barcelona vs Real Madrid yang begitu menentukan. La Liga memang bukanlah pacuan dua ‘kuda’ saja, tetapi selalu ada dua kuda berwarna ‘merah biru’ dan ‘putih-putih’ yang ikut serta. Dua kuda ini juga belum pernah terdegradasi ke divisi bawah (dan sepertinya tidak akan pernah, baik itu karena kualitas maupun lobi politik mereka yang kuat di Spanyol).

6. Dan pemain-pemain terbaik di dunia

Karena Barcelona dan Real Madrid merupakan dua di antara klub-klub terkaya di dunia, mereka selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik pula. Misalnya, ketika Lionel Messi cedera, di bangku cadangan sudah ada Henry, Deco, atau Ronaldinho. Kita juga masih ingat Madrid pernah dihuni pemain sekelas Zidane, Ronaldo, Raúl, Figo, Beckham, dan Roberto Carlos yang bermain bersamaan. Ketika El Clásico berlangsung, kita seperti melihat uang ratusan jutaan dollar sedang ‘berlari-lari’ di atas lapangan.

7. Juga beberapa talenta lokal

Di samping belanja pemain-pemain kelas dunia tersebut, kedua tim juga dipenuhi oleh talenta-talenta lokal binaan kubu masing-masing. El Barça punya Valdés, Puyol, Xavi, Iniesta, dan Bojan yang merupakan produk-produk dari akademi sepakbolanya, sedangkan Messi dan Giovanni adalah anak-anak muda yang bersekolah di Barcelona sejak kecil. Sedangkan Los Blancos punya Casillas, maskot tim Raúl, dan Guti yang merupakan didikan akademi Madrid. Dan hebatnya, pemain-pemain ini adalah anggota timnas Spanyol. ‘Rasa’ lokal ini menjamin bahwa tak seorang pun di lapangan yang akan melupakan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi El Clásico. Arsenal mungkin diisi pemain-pemain muda bertalenta, namun nyaris tidak ada pemain asli Inggris di sana. Manchester United sekarang hanya tinggal menyisakan pemain tua seperti Giggs dan Scholes sebagai binaan asli mereka. Itulah bedanya dengan El Clásico.

8. Sejarah transfer yang ‘kontroversial’ antara kedua tim.

Sebagai dua klub terkuat dan terkaya di Spanyol, tak dapat dihindari, Barcelona dan Real Madrid akan berebut mendapatkan tanda tangan pemain top. Salah satu dari kasus tersebut adalah ketika kedua klub berniat mengontrak pemain River Plate, Alfredo Di Stefano pada tahun 1953. Transfer tersebut sangat kontroversial dan merupakan salah satu pemicu ‘kerasnya’ El Clásico. Sebuah kontrak janggal dilakukan ketika Di Stefano menandatangani proposal kedua klub sekaligus. Ia akan bermain dua musim untuk Real Madrid (yang menghubungi lebih awal) dan dua musim untuk Barcelona.

Namun, setelah melihat debut pertamanya di Real, El Barça setuju untuk melepaskan Di Stefano secara permanen. Hal ini masih menjadi perdebatan: Pertama, bahwa Barcelona melihat penampilan Di Stefano yang kurang menjanjikan dalam debutnya. Kedua, ada indikasi bahwa Barcelona ditekan oleh diktator Jenderal Franco yang pro-Madrid, yang mengancam akan memberlakukan larangan untuk pemain asing bermain di La Liga.

Tren ini pun terus berlanjut; kedua tim terus bersitegang untuk mendapatkan pemain-pemain top (seperti yang mereka lakukan pada David Beckham tahun 2003). Namun tidak ada yang lebih ‘menyakitkan’ selain ketika salah satu pemain dari tim ini hengkang ke tim lainnya, seperti yang terjadi pada Luis Enrique, yang pindah dari Madrid ke Barcelona, atau kasus Luis Figo pada tahun 2000, yang hijrah dari Azulgrana ke Los Merengues dan memecahkan rekor transfer (sebelum Zidane) sebesar 65 juta Euro. Dan ketika kembali ke stadion mantan klubnya, cemoohan, teriakan, bahkan lemparan kepala babi harus mereka terima. Semuanya karena atmosfir ‘neraka’ El Clásico.

9. Ukuran stadion

Santiago Bernabéu stadium

Camp Nou Stadium

Nama besar kedua klub ternyata juga didukung oleh besarnya stadion yang mereka miliki. Baik Camp Nou maupun Santiago Bernabéu merupakan stadion elit dan raksasa sehingga menjanjikan atmosfer yang luar biasa. Camp Nou bahkan merupakan stadion berkapasitas terbesar di Eropa, yaitu sanggup menampung 98.772 kursi. Sebelum direnovasi, stadion ini malah pernah terisi 200 ribu penonton dalam salah satu El Clásico. Sedangkan Santiago Bernabéu mampu menampung 80.400 Madridistas dan dinobatkan sebagai salah satu stadion berfasilitas terbaik di dunia.

10. Menghasilkan tontonan sepakbola yang berkualitas

Jika yang terjadi di lapangan adalah sebuah tontonan yang mengecewakan, semua poin di atas tidak ada artinya. Dan tanah Spanyol akan menjadi tempat yang menyedihkan jika semua orang menunggu-nunggu partai yang diadakan sekali dua tahun ini, hanya untuk menyaksikan pertandingan yang menyisakan buruk dan membosankan. Tapi tidak. Pertandingan El Clásico, secara tradisi, selalu mempertontonkan sepakbola berkualitas, menyerang, atraktif, penuh skill, dan aroma ‘membunuh’ yang dahsyat. Skor-skor menakjubkan, seperti 3-3, musim lalu di Camp Nou adalah contoh betapa alotnya pertandingan ini.

Fakta – Fakta Lain

  1. El Clasico di Spanyol untuk pertama kalinya dilangsungkan pada 17 Februari 1902.
  2. El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga dalam bursa transfer. Kasus yang paling terkenal adalah perebutan Alfredo Di Stefano di tahun 50-an. Kedua tim sama-sama mengklaim telah mendaftarkan pemain legendaris Argentina itu sebagai pemain dan membayar transfer ke River Plate. FIFA akhirnya mengintervensi dan meminta kedua tim saling berbagi jatah musim untuk Di Stefano. Namun Barcelona memilih mundur dan Real Madrid membayar kompensasi kepada rival utamanya itu.
  3. Real Madrid dan Barcelona juga saling bersaing dalam hal jumlah suporter. Hasil riset terakhir Mei 2007, 32.8 persen fans sepakbola di Spanyol lebih berpihak pada Real Madrid, sementara 25.7 persen berkubu Barcelona.
  4. Di kompetisi domestik La Liga Spanyol, El Clasico dinihari nanti di Santiago Bernabeu menjadi edisi ke-160.
  5. Raul Gonzalez menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di El Clasico. Total, dia sudah melesakkan 11 gol.
  6. Total ada 24 pemain yang saling bertukar klub dalam satu sesi transfer, baik itu dari Barcelona ke Real Madrid, atau Real Madrid ke Barcelona. Proses transfer yang paling menyita perhatian adalah Luis Enrique (Madrid ke Barca di tahu 1996) dan Luis Figo (Barca ke Madrid di tahun 2000).


http://danish56.blogspot.com/2011/04/10-fakta-menarik-tentang-perseteruan.html#ixzz1KbVQN1jb

20 Keunikan Sepak Bola Indonesia



  1. Hampir semua Nama Klub Sepak Bola Indonesia Berawalan huruf P.
  2. Cuma di Indonesia, klub dibiayai pemda dimana uangnya diperoleh dari rakyat.
  3. Cuma di Indonesia pula, walikota/Bupati/Gubernur merangkap ketua klub.
  4. Banyak pejabat di daerah terlibat kasus korupsi hanya gara-gara salah mengelola keuangan klub dengan mencampur adukkan dengan Anggaran pendapatan dan belanja daerah setempat.
  5. Bisa jadi, di beberapa daerah, jumlah penonton yang membayar tiket pertandingan dengan yang tidak membayar berbanding 50-50.
  6. Di musim hujan, tempat paling strategis menonton pertandingan adalah di bawah pohon tinggi yang menjulang di balik tembok stadion.
  7. Penonton Indonesia dikenal fanatik, nekat dan tak takut mati, bahkan mungkin lebih nekat dari Hooligan Inggris. Mereka berani memanjat menara lampu stadion yang tinggi di tengah hujan demi bisa menonton pertandingan secara gratis.
  8. Untuk bertahan di tengah kompetisi yang ketat, pemain Indonesia harus dibekali dengan skill sepakbola, lari, dan pencak silat atau tinju. Lari utuk menghindari kejaran penonton suporter atau manajer lawan yang mengamuk karena kalah, pencak silat atau tinju untuk membela diri jika sudah terpojok dengan lawan atau ketika emosi dengan keputusan wasit.
  9. Bus klub yang digunakan untuk mengangkut pamain sebaiknya haruslah berlapis baja. Karena jika tidak, bisa ringsek dihadang suporter tim lawan yang menghadang di jalan.
  10. Sulit mendapatkan sisi lapangan yang tidak terggenang air ketika hujan di Indonesia.
  11. Ajaib! Ketua umumnya masuk penjara tapi masih bisa memimpin organisasi PSSI.
  12. Tak usah takut dengan skorsing yang dijatuhkan oleh komisi disiplin, karena nantinya pasti akan diampuni oleh ketua umum.
  13. Jarak laga tandang yang harus dilakoni sebuah klub di Indonesia bisa jadi yang terjauh. Bayangkan jika klub asal Aceh harus terbang ke Papua atau sebaliknya.
  14. Di Indonesia, petugas keamanan menghadap ke lapangan bukan ke arah penonton, bahkan beberapa di antaranya terlihat duduk dan bersorak memberi dukungan untuk tim tuan rumah.
  15. Cuma di Indonesia, polisi turun tangan melerai dan menangkap dua pemain yang bertikai di lapangan. Bahkan sempat memenjarakannya.
  16. Di Indonesia, yang memukul bukan hanya pemain dan offisial, wasit pun tak mau kalah.
  17. Kadang-kadang, lapangan juga dijadikan tempat membuang sampah oleh penonton, terutama jika tim kesayangannya kalah.
  18. Jika sebelum pertandingan lapangan disterilkan, seringkali akan ditemukan banyak benda berbau klenik di seputaran gawang.
  19. Meski telah diperiksa petugas sebelum masuk, masih banyak penonton membunyikan peluit di tengah atau akhir pertandingan. Tidak diketahui dimana mereka menyembunyikan benda terlarang tersebut, kemungkinan di daerah “terlarang” yang bebas razia.
  20. Menonton kompetisi liga super Indonesia seperti menonton liga eks-patriat di negeri sendiri, jumlah pemain asing yang dimainkan hampir lebih banyak dari pemain lokal. Sayangnya, kualitas pemain asing rata-rata tidak lebih baik dari pemain lokal. Umumnya mereka lebih besar, tinggi dan garang di lapangan.
sumber http://tegarmuhammadsakti.blogspot.com/2011/05/20-keanehan-sepak-bola-indonesia.html
15 Jul 2011

5 Pemain yang Membuat Barca Lebih Menakutkan

BARCELONA - FC Barcelona telah memenangkan tiga gelar La Liga dan dua Liga Champions dalam enam musim terakhir. Pep Guardiola sebagai pelatih berhasil menjadikan tim ini superior di dunia. Tapi bukan berarti itu tidak ada ruang yang harus diperbaiki. Meskipun sulit untuk melihat setiap pemain di dunia manapun yang bisa menggusur starting eleveng Barcelona (Valdés, Abidal, Puyol, Pique, Alves, Busquets, Xavi, Iniesta, Pedro, Villa dan Messi).

Hanya pemain berbakat yang bisa menggusur dan mendapatkan kesempatan membela Blaugrana. Nah, Kelima pemain berikut ini secara teoritis bisa membuat Barca lebih menakutkan lagi. Berikut daftar pemain menurut Manuel Traquete kolomnis Feature FC Barcelona seperti dikutip Bleacherreport.com Rabu (13/7/2011):
  1. Cesc Fabregas
    Tak diragukan lagi Cesc adalah pemain kelas dunia dan sementara Barca tidak benar-benar membutuhkan, ia hanya akan menambah kualitas lini tengah Barca. Keunggulannya, dia seorang pemuda produk La Masia. Jadi sebagian pemain Barca tidak memiliki masalah beradaptasi dengan pemain berusia 24 tahun itu.

  2. Fernando Llorente
    Jika ada kelemahan di Barcelona saat ini, itu mungkin kurangnya seorang pria bertubuh besar di kotak penalti. Meskipun Barca mempunyai pengalaman pahit dengan pemain bertubuh jangkung. Zlatan Ibrahimovic pernah menjadi pemain bertubuh basar di Barca, ia gagal bersaing di Barca. Ibra pun terdepak dan hijrah ke AC Milan.

    Tetapi, tidak bagi Llorente. Pria yang memiliki tinggi 1,95 m ini tampaknya memiliki semua yang dibutuhkan demi kesuksesan FC Barcelona. Berbeda dengan karakter Ibra, striker Bilbao ini rendah hati dan pekerja keras. Dua karakteristik itu cukup membuat dirinya layak membela Barcelona.

  3. Kun Aguerro
    Sergio Aguero adalah pemain luar biasa dan salah satu talenta terbesar. Ia telah Mencetak 20 gol musim lalu bersama Atletico. Barcelona dan Real Madrid tertarik mendapatkannya.Dia menjadi pemain kunci di Atletico dan telah menjadi kekuatan pendorong di balik kinerja tim sejak saat itu.

    Sekarang pria berusia 23 tahun itu, telah menjadi aset berharga bagi Atletico, dan ia hampir pasti akan pindah ke klub yang lebih besar musim depan. Aguero memiliki potensi untuk menjadi pemenang Ballon d'Or musim depan.

    Ini akan menjadi gagasan terbaru bagi Barcelona untuk merekrut Aguero. The Catalan bisa menggunakan Aguero agar ia bisa memenuhi ambisi karirnya. Jika ia ke Barcelona maka ia akan berjumpa dengan Lionel Messi dan menjadi mitra yang bisa merusak pertahanan lawan.

  4. Javier Pastore
    Siapapun yang menonton Serie A musim lalu tahu bahwa Javier Pastore memiliki bakat yang luar biasa dan dengan cepat akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Jika kesepakatan transfer Cesc Fabregas nihil maka Pep Guardiola bisa mendapatkan pengganti gelandang serang tersebut dengan Pastore. Permainan yang ia miliki tampaknya sangat cocok dengan gaya permainan Barcelona.

  5. Thiago Silva
    Pada dasarnya, Barca sangat membutuhkan bek tengah yang berkualitas. Thiago Silva dari AC Milan merupakan pemain yang sesuai dengan kebutuhan klub. Carles Puyol masih belum pulih dari cederanya, yang tersedia hanya Gerard Pique dan pemain yang baru dipromosikan dari Barca B, Andreu Fontás.

    Memang benar bahwa Javier Mascherano dan Eric Abidal telah membuktikan mereka dapat mengisi kekosongan barisan belakang Barca. Tapi Pep tidak mau berjudi dengan menurunkan mereka di musim depan. Musim lalu, Mascherano bermain sebagai bek tengah, tetapi tidak ada jaminan ia akan ditugaskan lagi sebagai bek Barca.

    Ini jelas akan sangat bijaksana untuk mendatangkan pemain belakang berkualitas. Maka yang harus menjadi prioritas utama Barcelona pada jendela transfer musim panas ini adalah sektor pertahanan mereka.

Tantang Argentina, Tabarez Dilanda Kecemasan

Foto: Oscar Tabarez mengaku belum memiliki strategi khusus untuk mematikan pergerakan Lionel Messi (AP Photo)

BUENOS AIRES
– Jelang laga perempat final kontra Argentina, pelatih timnas Uruguay, Oscar Tabarez sedang berpikir keras. Hanya satu hal yang menggelayuti pikirannya kini, yakni bagaimana menghentikan mobilitas Lionel Messi yang terkenal sulit dihentikan.

Kecemasan Tabarez ini dirasa memang cukup beralasan mencermati permainan Messiah yang begitu cemerlang saat menghadapi Kosta Rika di partai pamungkas babak penyisihan grup B Copa America. Dan bukan tidak mungkin kehadiran seorang Messi di medan pertempuran bisa menjegal mimpi Uruguay merebut trofi Copa America pada 2011 ini.

“Dia akan menyebabkan masalah bagi kami. Itu, sebanyak yang kami inginkan, tidak akan pernah hilang,”
bilang pelatih dalam konferensi pers menatap laga kontra Argentina sebagaimana dikutip Goal, Jumat (15/7/2011).

Masih diliputi teka-teki besar, Tabarez belum bisa memberikan keterangan pasti jalan keluar yang diambilnya untuk melumpuhkan Messi yang terkenal bisa dengan mudah melepaskan kawalan penjagaan pemain belakang dengan mudah.

“Ada pepatah yang mengatakan ‘Jika Anda memiliki masalah dan solusinya mengapa khawatir. Dan jika Anda memiliki masalah, tetapi itu bukan solusi, sekali lagi mengapa harus khawatir?’,” bilang Tabarez.

Masih dalam kesempatan yang sama, Tabarez juga belum bisa mengumumkan skuad yang dipersiapkannya saat melawan Argentina nanti, tidak seperi biasanya di mana dia bisa langsung memberikan daftar pemain yang akan diterjunkannya saat timnya bertanding.

“Kami masih menentukan beberapa hal. Kami telah berbicara dengan pemain. Tetapi tidak ada yang bisa memutuskan. Biasanya,jika tim saya akan bermain, saya bisa mengumumkannya dengan cepat. Namun untuk kali ini, ini tidak terjadi,” tukas sang pelatih.

14 Jul 2011

Lagi, Messi Cetak Rekor

Foto: Lionel Messi/Getty ImagesBARCELONA - Nama Lionel Messi nampaknya sangat akrab dengan rekor. Setelah memecahkan berbagai rekor di dunia, kali ini Messi dikabarkan memecahkan satu rekor lagi. Apa itu?

Sebagaimana dilaporkan situs resmi klub Barcelona, Rabu (13/7/2011), Messi disebutkan baru saja memecahkan rekornya sendiri, yakni dengan bermain sebanyak 65 pertandingan dalam satu musim. Ini merupakan jumlah terbanyak yang pernah dilakoninya selama berkarir.

Sejak memulai pertandingan pertamanya bersama Barcelona saat menghadapi Sevilla di ajang Super Copa Spanyol, 21 Agustus lalu, Messi telah mencatatkan 65 pertandingan. Rekor ini sekaligus mematahkan rekor 64 pertandingan yang pernah dilakukannya pada musim 2009/2010.

Torehan rekor ini dicatatkannya saat bermain bersama timnas Argentina yang dibawanya menundukkan Kosta Rika 3-0 di babak penyisihan Grup A, Copa Amerika 2011. Rekor ini diyakini masih akan terus dipertajam Messi karena, kemenangan tersebut mengantar Los Albiceleste lolos ke perempatfinal.

Sepanjang musim ini, Messi memang sukses memecahkan rekor demi rekor. Di Liga Champions musim ini, misalnya. Messi yang sukses membantu Barca keluar sebagai kampiun, sukses menyamai rekor gol Ruud van Nistelrooy dengan mencetak 12 gol dan menjadikannya topskor Eropa. Sementara itu, Messi juga tercatat sebagai penyerang tertajam ketiga sepanjang sejarah Barcelona dengan koleksi 179 gol. Musim lalu, Messi juga sukses memecahkan rekornya sendiri dengan mencetak 52 gol dalam satu musim, lima gol lebih banyak dari yang dicetaknya pada musim 2009/2010.
5 Jul 2011

Messi Katakan Tidak untuk Madrid

detail berita

BUENOS AIRES
- Megabintang Barcelona, Lionel Messi menegaskan tidak berniat mengikuti jejak beberapa pendahulunya yang membelot ke rival abadinya Real Madrid. Messi menyatakan, Barca adalah satu-satunya klub yang akan dibelanya, sebelum mengakhiri karir di kampung halamannya, Argentina.

Penampilan impresif yang ditunjukkan Messi dalam beberapa tahun terakhir ini bersama Barca memang sukses membuat sejumlah klub elit Eropa terpana. Tak ayal, raksasa Serie A Inter Milan dan musuh bebuyutan Barca, Real Madrid menyatakan kesiapannya meminang Messi.

Messi sendiri menegaskan enggan jadi musuh nomor satu publik Catalan bila memutuskan membelot ke Madrid, seperti yang pernah dilakukan Luis Figo. Striker mungil yang pada 24 Juni kemarin, baru genap berusia 24 tahun ini menggaransi bahwa dirinya tidak akan pernah bergabung dengan Madrid.

“Jika saya meninggalkan Barcelona, itu hanya untuk kembali ke Argentina dan pensiun di sana,” ujarnya sebagaimana dikutip El Pais, Selasa (27/6/2011).

“Saya tidak berpikir ke sana (gabung dengan Madrid) dan tidak untuk bergabung dengan klub manapun,” sambungnya menegaskan kesetiaan bersama Blaugrana.

“Saat ini saya sangat bahagia di Barcelona. Semuanya berjalan luar biasa dan saya ingin bermain di sini (Barca) hingga akhirnya saya nanti memutuskan balik Argentina,” pungkas mantan punggawa Newell Old Boys tersebut.

Sumber : Okezone

Empat Alasan Mengapa El Real Tak Butuh De Rossi

detail berita
MADRID – Sudah beberapa musim panas terlewat, namun ketertarikan Real Madrid terhadap gelandang AS Roma, Daniele De Rossi tak pernah memudar. Namun ada baiknya juga El Real melepas buruannya yang satu ini.

Sebabnya, banyak faktor yang dapat diargumentasikan bahwa Madrid tak butuh De Rossi untuk mengisi lini tengah. Berdasarkan lansiran Soccernews, Selasa (5/7/2011), ada empat argumentasi atau alasan mengapa Los Merengues tak butuh De Rossi untuk musim depan:

Il Capitano Futuro
De Rossi sudah menjadi milik Il Lupi sejak belia. De Rossi merupakan didikan Roma sejak tahun 2000 silam setelah digaet dari tim lokal, Ostiamare. Penampilannya di lini tengah membuatnya menembus tim inti AS Roma sejak 2001 hingga sekarang. De Rossi juga sudah menjadi pujaan bari Romanisti.

Karena itu, De Rossi didaulat menjadi wakil kapten dan suatu saat De Rossi dipastikan akan menjadi kapten masa depan Roma ketika Francesco Totti memutuskan untuk gantung sepatu. Jadi, usaha memboyong De Rossi dari Trigoria akan mendapat perlawanan sengit dari AS Roma.

Kurang Pengalaman di Laga-laga Penting
Meskipun AS Roma merupakan salah satu tim besar di Italia, namun De Rossi belum pernah sekalipun memenangkan gelar bersama Totti cs. Roma selalu gagal di sejumlah turnamen yang diikutinya. De Rossi kurang berpengalaman di laga-laga dengan level tinggi, terlebih Real Madrid sangat mendambakan trofi Liga Champions di mana dibutuhkan pengalaman dan mental tinggi dari tiap pilarnya untuk mencapai target tersebut.

Setia di Roma Selamanya
Terkait dengan calon kapten masa depan Roma, sang ayah, Alberto De Rossi yang kini menjabat pelatih akademi Roma memastikan anaknya akan tetap setia bersama Roma layaknya Totti. De Rossi juga merupakan aset berharga Roma yang mustahil untuk di lego ke manapun, kalaupun ada yang coba mengusik, sekuat tenaga Roma mempertahankannya dengan cara apapun.

Inkonsistensi Temperamen
Bermain dengan hati, terkadang membuat De Rossi khilaf dan kadang kesulitan mengendalikan temperamen dan emosinya. Dia kerap bermain dengan gairah yang berlebihan dan kadang hal itu merugikan dirinya dan juga tim. Tak jarang kartu merah atau sanksi keluar untuknya.

Sumber : Okezone

Jangan Salahkan Messi, tapi Rekan Setimnya!

detail beritaBUENOS AIRES – Lionel Messi kembali mendapat pembelaan menyusul derasnya kritik yang dialamatkan kepadanya. Adalah Presiden Federasi Sepakbola Argentina (AFA), Julio Grondona, yang berada di belakang Messiah.

Messi kerap menjadi sasaran kritik saat dirinya tak bisa mentransformasi penampilan apiknya bersama Barcelona saat berkostum Argentina. Hal itu kembali terjadi ketika Tim Tango gagal memetik angka penuh atas Bolivia di pertandingan perdana Copa America akhir pekan kemarin.

Namun, Grondona mengklaim Messi bukan sosok yang pantas disalahkan atas hasil minor yang diraih Argentina. “Messi tak pernah bermain buruk. Orang yang ada di sekitarnya justru yang harus disalahkan. Lionel main ke belakang mencari bola karena dia tak mendapatkannya dari rekan-rekannya,” cetus Grondona.

Sang Supremo juga mulai menghitung-hitung peluang tuan rumah merebut juara. Grondona yakin Albiceleste bisa bangkit setelah hasil negatif melawan Bolivia.

“Saya masih memiliki harapan. Saya tak suka hasil imbang tanpa gol, tapi hasil 1-1 tak terlalu buruk. Kami bermain dengan hati. Semuanya sama dalam sepakbola,” ujarnya, dikutip Goal, Selasa (5/7/2011).

“Sulit memainkan laga perdana melawan tim yang tak pernah mau menyerah,” tutup Grondona seolah membesarkan hati fans Argentina.

Albiceleste akan berhadapan dengan Kolombia di pertandingan kedua babak penyisihan grup, pada 7 Juli mendatang.

Batista: Messi Harus Tetap di Depan

detail berita
BUENOS AIRES – Arsitek Argentina Sergio Batista tak akan melakukan banyak perubahan di pertandingan kedua Copa America melawan Kolombia, tengah pekan ini. Hanya Pablo Zabaleta yang kemungkinan hadir sebagai wajah baru dalam starting XI.

Trio penyerang Tim Tango, Lionel Messi, Carlos Tevez, dan Ezequiel Lavezzi, tampil mengecewakan saat ditahan imbang 1-1 oleh Bolivia pada pertandingan perdana akhir pekan kemarin.

Justru pemain pengganti Sergio Aguero yang menjadi pahlawan Argentina setelah sempat tertinggal gol Edivaldo Rojas. Kendati demikian, Batista tetap menyatakan kepercayaannya kepada trio striker andalan di pertandingan kedua, Rabu (6/7/2011) waktu setempat.

“Saya ingin membuat tim stabil, saya tak ingin membuat perubahan dari satu pertandingan ke pertandingan lain. Kami akan memberi striker ini kesempatan lain,” tegas Batista dalam konferensi pers.

“Aguero melakukan tugas dengan baik saat ini, tapi kami harus tunggu dan lihat nanti. Saya akan mengulang susunan tim, setelah itu kita lihat hasilnya,” lanjutnya, seraya mengonformasi satu-satunya perubahan adalah masuknya Zabaleta menggantikan Marcos Rojas dan Javier Zanetti ditarik ke sisi kiri pertahanan.

“Kami yakin inilah formasi tim, terlepas dari kegagalan di hari sebelumnya dan keinginan untuk menang,” tandas Batista, dikutip Goal, Selasa (5/7/2011).

Mengenai tak maksimalnya penampilan Messi, Batista tak ambil pusing. “Saya melihat Messi berada di tempat yang salah dan itu tak boleh terjadi. Dia harus bermain di garis terakhir lapangan, dan tak boleh ada gelandang di depan Messi,” pungkasnya.

2 Jul 2011

Argentina Gagal Raup Poin Sempurna

detail berita
BUENOS AIRES - Alih-alih mengepak poin sempurna, Argentina malah nyaris dipermalukan Bolivia. Tim Tango pun harus puas mengoleksi satu angka, saat ditahan imbang 1-1 oleh Bolivia, Sabtu (2/7/2011).

Argentina tak mengawali perhelatan Copa America dengan sempurna. Bertindak sebagai tuan rumah, Lionel Messi dkk hampir saja dibuat malu tamunya, Bolivia, yang unggul lebih dulu melalui Edivaldo Rojas di awal babak kedua. Muka Argentina diselematkan pemain pengganti Sergio Aguero berkat gol cantiknya di menit 76.

Kedua tim bermain saling menyerang, dengan Argentina yang bermain menekan sejak menit pertama. Bolivia sendiri hanya bisa mengimbangi Argentina dengan melakukan serangan balik sesekali.

Walaupun bermain menyerang, namun serangan Argentina seakan tidak berdaya menembus pertahanan BOlivia, padahal tim lawan tidak mampu bermain lepas dan hanya mampu bertahan sepanjang laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, Argentina bermain lebih menekan dan bernafsu menyerang. Bolivia yang tampaknya sudah mulai terbiasa dengan atmosfer pertandingan bisa bermain lebih lepas meladeni serangan dari Tim Tango.

Bolivia berhasil mengejutkan seisi stadion yang merupakan pendukung Argentina di menit ke 48. Striker Bolivia Edvaldo Rojas berhasil meneruskan umpan manis Jhasmani Campos menjadi sebuah gol yang membuat tim tuan rumah tertinggal satu gol.

Tertinggal satu gol membuat tim arahan Sergio Batista itu semakin bernafsu menyerang. Mengandalkan trisula maut, Lionel Messi, Carlos Tevez, dan Ezequiel Lavezzi, skuad Albiceleste membobardir pertahanan Bolivia tanpa henti.

Di menit 71 Lavezzi yang tampak kelelahan ditarik keluar, digantikan oleh Sergio Aguero. Pergantian ini membuahkan hasil manis karena di menit 76, penyerang yang dirumorkan sedang diincar Real Madrid ini berhasil mengkonversi umpan dada Nicolas Burdisso menjadi sebuah gol indah lewat tendangan voli cantik di menit ke 76.

Usai mencetak gol penyeimbang, Argentina yang bernafsu mengincar kemenangan terus menekan lini belakang Bolivia yang bagaikan tembok baja. Bolivia sendiri pada akhirnya menyerang sepanjang sisa waktu laga hingga akhirnya peluit bertiup tanda usainya laga. Dengan laga ini, kedua tim mengantongi satu poin di grup A.

Sumber : Okezone

Messi Sebal dengan Gol Bolivia

detail berita
LA PLATA - Lionel Messi tampaknya masih belum bisa melupakan laga Argentina melawan Bolivia. Laga tersebut berkesudahan dengan hasil imbang 1-1 dan Messi mengaku sebal dengan gol Bolivia.

Messi yang digadang-gadang menjadi poros kekuatan Argentina gagal unjuk gigi dalam laga tersebut. Sang Messiah tidak berkutik menghadapi hadangan para bek Bolivia yang bagaikan tembok tebal dan harus rela berbagi hasil imbang 1-1 di akhir laga.

“Mereka mengejutkan kami dengan gol menyebalkan dan kami mengimbangi mereka, terimakasih kepada Kun (Aguero), tetapi kami sedih karena tidak meraih target kami. Kami melakukan semua dengan baik, kami butuh untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya seperti dilansir dari Goal, Sabtu (2/7/2011).

Sergio Aguero juga merasa laga tersebut berjalan sulit karena ketatnya pertahanan yang digalang sang lawa. Striker yang kini sedang diincar klub-klub papan atas Eropa ini berharap bisa belajar dari laga ini untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

“Ini laga pertama, semua berjalan menjadi sulit. Bolivia sangat ketat di belakang tetapi kuncinya adalah kami tidak kalah. Saya pikir di babak kedua Checho (Sergio batista) mencari solusi untuk laga tersebut dan memainkan penyerang lain karena mengincar gol. Kami akan mengkoreksi kesalahan hari ini agar tidak terulang,” tandasnya.

Argentina memang harus bangkit dan tidak mengulang kesalahan yang sama jika ingin lolos dari fase grup. Laga sisa melawan Kolombia dan Kosta Rika tentu harus dimaksimalkan dengan kemenangan yang berujung tiga poin penting.

Argentina Gagal Raup Poin Sempurna

detail berita
BUENOS AIRES - Alih-alih mengepak poin sempurna, Argentina malah nyaris dipermalukan Bolivia. Tim Tango pun harus puas mengoleksi satu angka, saat ditahan imbang 1-1 oleh Bolivia, Sabtu (2/7/2011).

Argentina tak mengawali perhelatan Copa America dengan sempurna. Bertindak sebagai tuan rumah, Lionel Messi dkk hampir saja dibuat malu tamunya, Bolivia, yang unggul lebih dulu melalui Edivaldo Rojas di awal babak kedua. Muka Argentina diselematkan pemain pengganti Sergio Aguero berkat gol cantiknya di menit 76.

Kedua tim bermain saling menyerang, dengan Argentina yang bermain menekan sejak menit pertama. Bolivia sendiri hanya bisa mengimbangi Argentina dengan melakukan serangan balik sesekali.

Walaupun bermain menyerang, namun serangan Argentina seakan tidak berdaya menembus pertahanan BOlivia, padahal tim lawan tidak mampu bermain lepas dan hanya mampu bertahan sepanjang laga babak pertama.

Memasuki babak kedua, Argentina bermain lebih menekan dan bernafsu menyerang. Bolivia yang tampaknya sudah mulai terbiasa dengan atmosfer pertandingan bisa bermain lebih lepas meladeni serangan dari Tim Tango.

Bolivia berhasil mengejutkan seisi stadion yang merupakan pendukung Argentina di menit ke 48. Striker Bolivia Edvaldo Rojas berhasil meneruskan umpan manis Jhasmani Campos menjadi sebuah gol yang membuat tim tuan rumah tertinggal satu gol.

Tertinggal satu gol membuat tim arahan Sergio Batista itu semakin bernafsu menyerang. Mengandalkan trisula maut, Lionel Messi, Carlos Tevez, dan Ezequiel Lavezzi, skuad Albiceleste membobardir pertahanan Bolivia tanpa henti.

Di menit 71 Lavezzi yang tampak kelelahan ditarik keluar, digantikan oleh Sergio Aguero. Pergantian ini membuahkan hasil manis karena di menit 76, penyerang yang dirumorkan sedang diincar Real Madrid ini berhasil mengkonversi umpan dada Nicolas Burdisso menjadi sebuah gol indah lewat tendangan voli cantik di menit ke 76.

Usai mencetak gol penyeimbang, Argentina yang bernafsu mengincar kemenangan terus menekan lini belakang Bolivia yang bagaikan tembok baja. Bolivia sendiri pada akhirnya menyerang sepanjang sisa waktu laga hingga akhirnya peluit bertiup tanda usainya laga. Dengan laga ini, kedua tim mengantongi satu poin di grup A.

12 Jun 2011

Pep: Barca Sukses Berkat Pemain

detail beritaBARCELONA - Pep Guardiola menolak disebut sebagai faktor tunggal kesuksesan Barcelona pada musim ini. Menurutnya, para pemain ikut ambil bagian dalam mengangkat kejayaan tim asal Catalan ini.

Ya, Pep memang baru tiga tahun melatih di Camp Nou. Meski begitu, mantan kapten Barcelona ini sudah menyumbangkan tiga gelar juara La Liga dan dua kali trofi Liga Champions Eropa buat timnya. Tapi, Pep menolak dipuji sebagai faktor tunggal kesuksesan Azulgranas.

Menurut pelatih 40 tahun itu, kejayaan tim ini juga diraih berkat kerja keras Lionel Messi dkk. "Tim ini bisa meraih kesuksesan yang sama dengan pelatih lain. Jadi, saya tidak bisa melakukannya tanpa pemain ini, yang tampil sangat luar biasa," puji Pep.

Pada musim 2010/11, Azulgranas melengkapi kesuksesan setelah berhasil mengalahkan Manchester United pada final Liga Champions dengan skor 3-1 di Wembley, London. Meski demikian, Pep mencoba untuk merendah hati atas kesuksesan itu.

"Saya tidak melakukan hal berbeda dengan pelatih yang berkarier di divisi satu, dua, tim B atau level rendah. Saya tidak mau menyebut saya lebih baik dari pelatih lain," tegas pelatih kelahiran Spanyol itu dilansir Goal, Minggu (12/6/2011).

"Saya hanya mencoba untuk melakukan yang terbaik tanpa lupa dari mana saya datang, mencoba untuk jujur terhadap pemain dan hanya sekedar menyampaikan ide dalam bermain sepakbola saja," tuntas mantan pemain Timnas Spanyol itu.

Sumber : bola.okezone
23 Mei 2011

Dimulainya Era City

detail beritaMANCHESTER – Setelah 35 tahun, akhirnya Manchester City mengecap sukses. Raihan Piala FA dan tiket otomatis ke Liga Champions merupakan capaian yang tidak mudah, terlebih kala memecahkan dominasi The Big Four Premier League.

Dengan kesuksesan ini, Roberto Mancini, sang pembesut menyatakan masa keemasan City akan mulai dan kesuksesan musim ini hanya permulaan. Mancio, sapaan Mancini juga menghimbau pada pemilik klub, Sheikh Mansour untuk memberinya dana segar jelang dibukanya jendela musim panas mendatang untuk menambah kekuatan armada Eastlands mengarungi kompetisi tertinggi Eropa.

Mancio juga menekankan, selain butuh pemain baru dan melego pemain lama, dia tetap yakin bahwa sang skipper, Carlos “Carlitos” Tevez akan bertahan bersamanya.

“Keberhasilan ini hanya merupakan sebuah awal, kami mampu meraih lebih dari ini di musim-musim mendatang,” tutur Mancio seperti dikutip Soccerway, Senin (23/5/2011).

“Musim ini begitu fantastis. Saya harus berterima kasih pada para pemain,” tambah mantan pembesut Inter Milan tersebut.

“Kami masih butuh waktu untuk mengembangkan diri. Keberhasilan musim ini hanyalah langkah awal dan kami ingin lebih dari ini. Ambisi seperti ini penting bagi kemajuan kami,” lanjut Mancio.

“Kami juga sedang butuh pemain baru. Hal ini lazim, jika kita ingin seperti klub top lain. Mengenai Tevez, saya kira Tevez tetap akan disini musim depan. Alasannya mudah, dia masih terikat lima tahun kontrak bersama City,” pungkas Mancio

18 Mei 2011

City Kudeta Arsenal

Foto: Carlos Tevez mendapat sambutan usai mencetak gol ke gawang Stoke City/DaylifeMANCHESTER – Manchester City sukses menyingkirkan Arsenal dari peringkat tiga klasemen sementara berkat kemenangan 3-0 atas Stoke City. Tiket otomatis Liga Champions pun dalam genggaman.

Ambisi Citizens mengkudeta Arsenal akhirnya terjadi di City of Manchester, Rabu (18/5/2011) dini hari WIB. Di hadapan ribuan pendukungnya, anak-anak asuh Roberto Mancini menekuk Stoke tiga gol tanpa balas.

Dwigol Carlos Tevez (14’ & 65’) serta Jeleon Lescott (53’) menjadi pahlawan yang mengatrol posisi Citizens ke urutan tiga. Dengan menyisakan satu pertandingan, City mengoleksi 68 poin atau unggul satu angka dari Arsenal yang berada di urutan empat.

Citizens tampil menekan sejak menit awal. Memburu tiket otomatis untuk tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa menjadi pelecut semangat Tevez dkk.

Menit delapan Tevez sudah mengancam gawang Stoke yang dijaga Sorensen. Namun, tendangannya masih melebar di atas mistar gawang. Tak berapa lama, kerja sama Tevez dengan James Milner kembali membuat pertahanan tim tamu kerepotan. Tapi upaya memecah kebuntuan belum tepat sasaran.

Baru di menit 14 publik City of Manchester benar-benar bersorak. Striker Argentina membawa klub Eastlands unggul 1-0 melalui sebuah penyelesaian akhir spektakuler.

Aksi satu-dua Tevez dengan Milner terjadi di luar kotak penalti. Tevez kemudian menerobos pertahanan Stoke dan melewati dua pemaian belakang sebelum akhirnya melepaskan tembakan dari jarak dekat.

Stoke, yang menjadi lawan City di final FA Cup akhir pekan kemarin, mencoba memberikan perlawanan terhadap tuan rumah. Di menit 21 nyaris gawang Joe Hart kebobolan setelah melakukan kesalahan mengantisipasi bola. Namun, tendangan Carew yang memanfaatkan bola rebound masih bisa diblok Richards.

City beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan di paruh pertama, namun hingga wasit meniup peluit turun minim, tak ada tambahan gol tercipta.

Tak banyak perubahan di babak kedua. Mancini tetap mengintruksikan pemainnya tampil menyerang demi memperbesar keunggulan. Hasilnya, di menit 53 Lescott ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulannya yang memanfaatkan tendangan bebas bersarang di gawang Sorensen.

Mancini kemudian melakukan pergantian pemain. David Silva ditarik keluar dan memasukkan striker Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko. Belum lama di lapangan, mantan pilar Wolfsburg langsung menebar ancaman. Sayang, aksi Dzeko urung berbuah gol.

Citizens terus menekan pertahanan The Potters, hingga akhirnya Tevez mencetak gol keduanya di pertandingan ini. tendangan bebas mantan striker Manchester United bersarang tepat di pojok kiri gawang Sorensen.

Mencetak tiga gol membuat Citizens makin percaya diri. Dzeko hampir saja membuat City makin unggul andai tendangannya tak membentur tiang gawang. Dzeko kembali menebar ancaman di lima menit sisa pertandingan. Sayang, sundulannya masih jauh di atas mistar gawang.

Mancini kemudian mendapat sambutan meriah dari suporter City saat wasit meniup peluit akhir. Di pertandingan terakhir, Citizens akan berhadapan dengan Bolton Wanderers, sementara The Gunners ditantang Fulham. Jika berhasil menang atas Bolton, maka City berhak atas tiket otomatis ke Liga Champions.

Susunan Pemain

CITY: Hart, Richards, Kompany, Lescott, Zabaleta, Milner, De Jong, Silva, Y Toure, Johnson, Tevez / Subs: Vieira, Barry, Wright-Phillips, Given, Kolarov, Dzeko, Boyata

STOKE: Sorensen, Wilkinson, Collins, Shawcross, Wilson, Pugh, Diao, Whelan, Whitehead, Walters, Carew / Subs: Nash, Soares, Jones, Tonge, Delap, Faye, Shotton

Sumber Okezone
5 Mei 2011

Target Burdisso, Bawa Roma ke Liga Champions

F: Nicolas Burdisso dan Juan (daylife)
ROMA – AS Roma sedang mengincar posisi empat di klasemen Serie A atau spot terakhir untuk dapatkan tiket Liga Champions musim depan. Skuad Vincenzo Montella tersebut sedang bangkit, setelah kepemilikan klub diambil alih oleh taipan Amerika Serikat keturunan Italia, Thomas DiBenedetto.

Francesco Totti dan kawan-kawan tentu ingin mempersembahkan yang terbaik bagi pemilik klub baru itu dengan mempersembahkan tiket Liga Champions. Nicolas Burdisso menyemangati rekan-rekannya untuk berjuang hingga akhir musim.

Burdisso juga yakin, rekan-rekannya mampu mencapai target tersebut, sekaligus merebut Coppa Italia musim ini. Sayang, langkah Roma sedikit berat setelah di semifinal leg pertama kalah 1-0 dari Inter Milan.

Asa merebut satu tiket Eropa musim depan sudah di depan mata, Giallorossi sekarang menempati posisi keenam dan hanya tertinggal satu poin dari rival sekota sekota mereka Lazio yang ada di urutan keempat sementara. Roma memiliki jumlah poin yang sama dengan Udinese yang menempati posisi lima, hanya kalah dalam selisih gol.

“Kami masih punya kans untuk mencapai zona Liga Champions. Sangat penting buat kami, sudah merupakan sesuatu yang layak bagi tim ini, untuk melaju sejauh mungkin,” jelas Burdisso seperti dilansir sky sports, Kamis (5//5/2011).

“Tertinggal satu poin pada musim ini tidaklah bagus. Tetapi kami mampu akan menyelesaikan musim dengan baik dan saya kira kami juga akan mencapai final Coppa Italia nanti,” tutupnya.

Pilar asal Argentina ini juga mengkritik performa musim ini yang hingga saat ini sudah kemasukan 49 gol di Serie A. Ini harus menjadi perhatian yang harus dipikirkan solusinya oleh sang arsitek, Montella.

Sumber : bola.okezone
28 Apr 2011

Afellay: Pemain Madrid Selalu Datangi Wasit

 Foto: Ibrahim Afellay/Getty Images
MADRID – Tensi tinggi El Clasico semifinal pertama Liga Champions masih terasa bahkan hingga laga usai. Kedua kubu masing saling menebar perang urat syaraf.

Real Madrid terus menuding wasit Wolfgang Stark memperlakukan Barcelona secara istimewa. Terlebih setelah Pepe diganjar kartu merah akibat melanggar Dani Alves.

Namun, tudingan tersebut ditepis pihak berseberangan, Barca. Tim yang diarsiteki Pep Guardiola membantah kemenangan 2-0 atas Los Blancos lantaran mendapat bantuan pengadil lapangan hijau.

Gelandang muda Ibrahim Afellay bahkan menilai justru pemain Madrid yang kerap memprovokasi wasit untuk memberikan hukuman kepada kubu Azulgrana.

“Jika Anda melihat rekaman pertandingan Anda akan melihat momen di mana mereka selalu mendatangi wasit dengan delalapan atau sepuluh pemain, setiap saat,” kata Afellay, seperti dikutip Itv.com, Kamis (28/4/2011).

Penampilan Afellay sendiri mendapat pujian banyak pihak. Turun sebagai pemain pengganti Pedro Rodriguez di menit 71. Tak berapa lama di lapangan, Afellay langsung memberikan efek positif dengan memberikan assist untuk gol pertama Messi.

Sumber : bola.okezone

Kemenangan Barca Nodai Sepakbola!

 Foto: Sergio Ramos saat berduel dengan Lionel Messi/Daylife
MADRID – Bek Sergio Ramos masih belum bisa menerima kekalahan Real Madrid dari Barcelona dalam duel El Clasico semifinal Liga Champions dini hari tadi. Ramos bahkan menuding kemenangan Barca menodai sepakbola.

Madrid harus tampil dengan 10 pemain sejak menit 61 karena wasit Wolfgang Stark memberikan kartu merah kepada Pepe. Hampir semua punggawa Los Blancos memprotes keras keputusan Stark.

Akibatnya, dua gol Lionel Messi ke gawang Iker Casillas dianggap sebagai hasil kecurangan Barcelona, meski pada kenyataannya tim besutan Pep Guardiola memang menguasai jalannya pertandingan.

Ramos tak segan mengungkapkan kekecewaannya pada wasit asal Jerman tersebut. Bahkan, dia menganggap cara Barca meraih kemenangan bisa menodai keindahan sepakbola.

“Anda pulang ke rumah dengan penuh kemarahan setelah kartu merah yang sangat berakibat fatal pada pertandingan. Kami tak bisa mempercayainya. Kami realistis dan tahu semuanya sulit, tapi Madrid harus selalu mendapatkan ini,” cetus Ramos penuh kekesalan.

“Pertunjukan pantomim ini harus dihentikan. Saya harap ada tindakan karena hal-hal seperti ini menodai tontotan sepakbola. Tim dan seluruh Madridista terluka atas apa yang kami lihat di lapangan,” sambungnya, seperti dilansir Goal, Kamis (28/4/2011)

Setelah kalah 0-2, Barcelona dan Madrid akan melakoni laga leg kedua di Cam Nou, Rabu (4/5/2011). Peluang Los Blancos lolos ke partai puncak terbilang tipis karena Iker Casillas dkk harus menang dengan selisih tiga gol.

Sumber : bola,okezone